sedikit cerita, sambil menunggu kereta tiba di stasiun hall bandung, karena biasanya yang saya pegang dalam perjalanan jauh adalah buku, dengan asumsi saya ga mau diganggu orang orang yang saya temui diperjalanan, hehehe..
Dalam proses merubah statement anti sosial sejak 2007 lalu, tempo hari saya mengikuti acara ulang tahun IM books yang ke satu, bertempat di gedung indonesia menggugat jalan perintis kemerdekaan bandung, yang setahu saya gedung tersebut tempat kita melakukan diskusi diskusi persoalan radio komunitas, budaya dan seni.

Jadi keliru dikasih selamat kurang umur , Lebih tepatnya ngasih semangat.. Semangat kurang taun!
Jujur tempo hari itu saya memberanikan diri untuk membuka diri menampakan wujud asli ke hadapan banyak orang sendiri, lumayan rada rada gerogi juga sih awalnya. karena gak terbayang ada yang saya kenal, kalau biasa suka barengan sama kang iman abda kalo ikutan acara acara seperti itu. disana ada beberapa yang saya kenal wajahnya karena sempat bentrok di tempat lain dalam diskusi, bedah buku, atau pagelaran seni budaya dibandung. sampai saya melihat dan tegur sapa juga sama teh echi dan kang yudha yang sudah kenal sebleumnya meskipun kenal selintas
, bisa sedikit mengurangi ketegangan dan menambah penguasaan terhadap suasana saat itu.

Pin, sticker, t-shirt dan buku buku asiik…
Im books sampai detik ini saya nggak tau juga apa singkatannya, siapa siapa saja pengelolanya, asal usulnya karena buat saya itu nggak terlalu penting dibandingkan dengan keriangan, keramahan, obrolan yang friendly yang saya dapat dari pengelola IM books, sebut saja sinta ridwan salah satunya dari senyumnya dn cara bicarana sudah bisa dibaca kalau beliau ini sosok yang periang dan sepertinya mampu mencairkan suasana. terus ada temen temen komunitas taman kota juga yang sempet ntinggung soal nopi yang dulu salah satu taman tempat saya nongkrong bersama anak anak PGII, sayangnya sekarang nopi udah jadi bagian tatanan kota berubah bentuk jadi ujung jembatan layang pasopati arah menuju gasibu.

Serius mendengarkan beberapa pertanyaan audens..
Disela sela acaranya ada beberapa suguhan menarik diantaranya diskusi mengenai menulis dan membuat buku (bersama sundea, kang ojel, moekti moekti) ada 1 pertanyaan yang menurut saya ini soal proses bukan hasil, jadi saya simpulkan dalam berkarya ntah itu menulis, bermusik, dll jangan melulu melihat dari hasilnya tapi dari proses pembuatannya, avaiable kan? hehehe..
selain itu ada beberapa pentas seni, baca puisi juga ada beberapa yang dipamerkan seperti buku, merchandise, t-shirt, dan kalau saya perhatikan di IM books ini banyak macam dan jenis buku yang bisa temen temen baca dan beli mulai dari novel, buku filsafat , seni dan budaya dll. rekom dah kalo mau nyari buku, selain itu juga di buka beberapa kelas ada kelas aksara kuno, suling, kecapi. nanti ditambah kelas foto juga ya kang, teteh hehehe…

yang terngiang pas bawain lagu ciromed,, hehe.. Thumbs!
horeee…| kenapa hore? | iya kan diriku dapet oleh oleh hehe, ceritanya waktu di ujung acara ada bagi bagi buku gratis dengan cara menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh MC, pertanyaannya simple, “apa perbedaan kereta api dengan manusia? saya jawab“kalau kereta api ngepulnya dikepala, kalau manusia ngepulnya dimulut (sambil ngerokok)” haha.. baru tersadar di jalan pulang kalo ternyata mulut itu ada dikepala juga letaknya. jadi nggak ada perbedaan dunk kalo gitu #wew

oleh oleh dari IM books, bukan saya yang minta di potret ya, hehe.. #pdhal ngarep juga sebetulna haha..
berikutbeberapa foto candid yang ngisi acara di pentas dan pameran :

with karinding attack

Mia – Mapah layung

kang untuk dalam puisinya…

moekti mukti denga petikan gitarnya..

Sebetulna acara dari siang, karena sesuatu hal datangnya abis maghrib 

Komunitas taman kota , t-shirtna ngingetin sama alm. Abah (kakek)
tuh kan ga berasa, keretapun sudah tiba,,saatnya melanjutkan perjalanan menuju banjar, mudah mudahan lancar dan kalau ketemu orang atau teman mau saya sombongin ah,, hahaha #joke
sampai nanti sampai kita berjumpa litan lagi
-6.916070
107.602540